Islam artinya damai, maka kedamaian di hati akan dicapai dengan memeluk Islam sepenuh hati. Mereka yang tidak pernah merasakan nikmatnya dalam naungan Islam ini karena memandang Islam sebelah mata. Padahal betapa indahnya harmoni alam dengan manusia dalam beribadah kepada-Nya. Matahari sudah berjuta tahun mengabdi kepada Maha Pencipta dengan terbit di timur dan tenggelam di Barat. Matahari masih menemani setiap mahluk setiap hari. Dia tidak pernah absen. Kesetiaan mahluk yang namanya matahari ini menimbulkan rasa syukur akan diri dalam merasakan nikmat beribadah kepada Nya.
Saat sujud dalam shalat terasa sekali syahdunya dalam payung keindahan peribadahan Islam setiap hari. Namun tentu saja rasa bahagia ini dapat direngkuh bagi mereka yang percaya sepenuhnya akan isi dari panduan hidup Islam. Bukankah Allah SWT sendiri sudah meridhai Dinul Islam sebagai sebuah panduan kita. Renungkanlah bahwa Dzat Yang Menciptakan kita semua sudah memberikan sebuah panduan yang sudah dianugrahkan dengan lengkap lalu mengapa kita masih kebingungan? Kita rasakan bagaimana Maha Rahman Allah dengan ayat berikut.
Artinya : ”Sesungguhnya agama (yang diridhai) disisi Allah hanyalah Islam. tiada berselisih orang-orang yang telah diberi Al Kitab kecuali sesudah datang pengetahuan kepada mereka, karena kedengkian (yang ada) di antara mereka. Barangsiapa yang kafir terhadap ayat-ayat Allah Maka Sesungguhnya Allah sangat cepat hisab-Nya”. (QS. Ali Imran : 19)
Jika keindahan Islam belum dirasakan dalam hati, maka perlu kita renungkan apakah hati ini sudah kering, apakah hati ini tak pernah dibasuh dengan ayat-ayat-Nya. Apakah hati ini telah keras, tidak luluh dengan lantunan firman-Nya yang jadi panduan kita sehari-hati. Islam akan menjadikan indah diri kita, menjadikan indah kehidupan kita, menjadikan indah semua langkah ke depan kita.
SubhanAllah, alangkah indahnya, bahagianya dan berkahnya hidup seorang mukmin itu, karena hidupnya dalam keteraturan taat.
Ia mulai bangun malam dengan mandi untuk sholat malam, muhasabah diri diiringi dengan istigfar dan tadabbur quran menjelang fajar, kakinya ia langkahkan untuk sholat subuh berjamaah di masjid.
Sebelum mencari rizki yang halal ia lebih dahulu sholat dhuha, ia jaga kehormatan dirinya dengan rapi, indah, menutupi aurat, tidak mau menyentuh dan disentuh bukan mahramnya, wajahnya bersih dan nyaman dipandang karena selalu terjaga wudhunya, murah senyum dan rendah hatinya, ia selalu syukuri nikmat Allah dengan sedekah, hati dan lisannya bergerak basah dan asyik dalam dzikrullah...
Inilah awal keteraturan keseharian orang beriman itu sahabatku. Allahumma ya Allah tancapkan dihati kami, keluarga kami dan kekuatan serta keindahan iman, hiasilah hidup kami dengan kesenangan ibadah dan kemuliaan akhlak, selamatkan kami dari kekufuran, kemusrikan, kefasiqan, kemunafikan, keinginan maksiat dan berbagai fitnah hidup di dunia sebentar ini... Aamiin.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar